Senin, 21 Februari 2011

Tokoh Perubahan Republika 2005



Sofyan Djalil dan Hamid Awaluddin

Negosiator Perdamaian dengan GAM

Dua tokoh ini adalah orang penting dalam proses perdamaian Aceh, kawasan yang bertahun-tahun menderita karena dilanda konflik. Mereka dalah anggota tim negosiator pemerintah RI dalam proses perundingan yang panjang dan alot dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia.

Diakui, kualitas mereka berdua menambah kelancaran diplomasi untuk menghilangkan suasana tegang. Atas dasar itu, sangat tepat kalau pemerintah menunjuk mereka untuk mewakili pemerintah RI dalam dalam melakukan perundingan damai RI-GAM. Apalagi selama ini dalam setiap kali perundangan damai RI-GAM. tim perundingan damai RI-GAM, tim perunding GAM terkenal tak mudah menyerah. Kehadiran keduanya dalam perundingan ini dapat mencairkan suasana dan membawa hasil yang baik.

Dalam perundingan yang diprakarsai Crisis Management Initiative -- lembaga resolusi konflik pimpinan mantan presiden Finlandia, Marti Ahtisari-- ini tim perunding GAM diketuai Malik Mahmud, dan tim perunding RI diketuai Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin. Alotnya perundingan ini tampak sampai lima kali putaran pertemuan.

Hanya sedikit masalah yang nyaris "menggantung", yakni persoalan partai lokal yang dikehendaki GAM. Usulan ini akhirnya disepakati sambil menunggu perubahan UU Parpol.

Pada detik-detik terakhir perundingan ini, kedua pihak lancar membubuhkan paraf pada draf perjanjian setebal 8 halaman. Isinya mengenai pemberian amnesti, pengaturan ekonomi, masalah keamanan, partisipasi politik, dan aturan hukum. Perundingan damai ini akhirnya menghasilkan memorandum of understanding (nota kesepahaman) RI-GAM yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

Perjanjian juga menyepakati hadirnya Aceh Monitoring Mission untuk mengawasi penarikan pasukan TNI serta penghancuran senjata milik GAM. AMM terdiri dari utusan Uni Eropa dan ASEAN.

Dalam pidato sambutannya, Hamid menyatakan bahwa perdamaian ini menjadi tanda dimulainya era baru bagi Aceh. Era yang menepis trauma masa silam yang gelap, yang menyebabkan anak-anak kehilangan orang tua, perempuan kehilangan suami, dan suasana di beberapa wilayah yang tidak aman. "Kegelapan itu berakhir setelah kita semua berkomitmen, mengakhiri segala bentuk kekerasan dan memulai hidup baru. Komitmen kita adalah memberi nilai pada martabat manusia," ujarnya.

Tapi era terang tersebut masih harus dikawal. Dalam hal inilah, seusai perundingan tersebut, Sofyan ditunjuk sebagai wakil senior pemerintah RI dalam Aceh Monitoring Mission. Presiden SBY menunjuk Sofyan untuk berperan dalam masalah resolusi konflik seperti ini memang tepat, sebab ia sudah biasa berurusan dengan seluk-beluk diplomasi, baik dalam teori maupun praktik.

Seusai acara penandatanganan MoU, Ketua Tim Perunding Indonesia, Hamid Awaluddin, dan anggota delegasi RI saling bersalaman dan berpelukan dengan anggota tim perunding GAM. Wajah Hamid tampak terharu ketika ia menyampaikan apresiasi atas respons positif dari 50 aktivis GAM yang menghadiri acara itu.

Keberhasilan tim perunding Indonesia yang dipimpin Hamid dalam mencapai kesepakatan damai dengan GAM itu mendapat sambutan penuh kegembiraan dari segenap warga Aceh, seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Susilo, ini langkah awal untuk mewujudkan Aceh yang damai menuju bersatunya seluruh bangsa Indonesia.

Hamid Awaluddin kelahiran Makassar ini dikenal dikenal sebagai sosok yang punya banyak teman karena pandai bergaul dan suka bercanda. Namanya begitu cepat dikenal, setelah meraih gelar doktor dalam bidang hukum di Amerika Serikat (AS). Di samping kuliah, selama belasan tahun di AS, Hamid juga menekuni profesi peneliti politik di Kedubes Filipina dan Kongres AS. Ia sempat pula menjadi Sekretaris Eksekutif pada Kantor Pengacara International SAA.

Meski di Komisi Pemilihan Umum (KPU) --tempat kerja Hamid sebelum menjadi menteri-- marak praktik KKN, bagi Hamid, KKN adalah persoalan serius yang harus diperangi. Karena sikapnya itu, Kejaksaan Agung merekrutnya menjadi anggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penyandang gelar goktor bidang legal justice ini juga pernah menjadi special advisor untuk pemberantasan tindak korupsi pada Partnership for Governance Reform in Indonesia.

Adapun Sofyan Abdul Djalil sangat terobsesi untuk memberikan nilai tambah (added value) kepada lingkungan, di mana pun berada, sebagai amal saleh. Itulah sebabnya, ia boleh dikata termasuk orang yang berdedikasi tinggi dan punya banyak pengalaman.

Sebagai tipikal pekerja keras yang terus belajar dan hidup penuh semangat, menjelang pemilu presiden 2004, Sofyan terlibat sebagai relawan di kubu pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla. Dia tak mengharapkan pamrih apa-apa. Kalaupun diberikan kesempatan untuk menciptakan nilai tambah di mana pun, ia akan melakukan yang terbaik. Akhirnya, 
Sofyan terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi.

© 2011 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.




Tokoh Perubahan Republika 2005




Ary Ginanjar Agustian

Perumus ESQ Islami


Nama Ary Ginanjar Agustian tak bisa dilepaskan dengan emotional spiritual quotient (ESQ). Ia adalah perumus ESQ, sebuah kombinasi kreatif, inovatif, dan convergen antara dua model kecerdasan emosi dan spiritual sekaligus. Deskripsinya tentang ESQ begitu elaboratif, ilmiah, dan sarat sentuhan spiritual-transendental.

Jika EQ (emotional quotient) hanya mengunggulkan segi-segi hubungan inter dan antarpersonal semata, seperti sikap empati dan simpati untuk meraih hidup sukses secara material, maka sukses material tersebut ditambah dengan satu keunggulan kualitatif SQ (spiritual quotient) berupa kebahagiaan spiritual, dengan mempererat hubungan harmonis dengan sang Pencipta. Sandaran yang digunakan Ary dalam mengembangkan ESQ adalah sebuah hadis: "Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya (EQ), dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok (SQ)."

Sebagai pebisnis, Ary mengamati begitu banyak pengusaha sukses yang memiliki kecerdasan emosi tinggi, tapi akhirnya hampa, dan tak tahu bagaimana menjalani hidup secara benar dan penuh makna. Mereka ini sedang menderita beragam penyakit seperti existensial illness, spiritual crises, spiritual illness, spiritual alienation, spiritual pathology, spiritual emergency, dan sebagainya, yang kesemuanya menunjukkan proses fragmentasi diri dari "pusat diri" (self-centre). Ary yang lahir di Jakarta, 24 Maret 1965 itu mempelajari rahasia yang ada di balik sukses setiap orang di dalam dan luar negeri, dan berkesimpulan bahwa dalam setiap sukses besar didorong penerapan kecerdasan spiritual.

Melalui ESQ ini, Ary tidak saja ingin mengobati penyakit spiritual, tapi juga menunjukkan arah dan tujuan hidup hakiki bagi manusia modern agar dapat meraih hidup sukses secara material, melaui pengembangan segi-segi kecerdasan emosi, dan juga meraih hidup sukses secara spiritual, melalui pengembangan aspek kecerdasan spiritual.

Ary baru dikenal lingkungan dekatnya sebelum 2001. Sesudah itu, namanya dikenal semakin luas karena ia meluncurkan bukunya Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Buku itu menjadi best seller, mengalami cetak ulang empat kali dan mendapat pujian dari berbagai kalangan. Menteri Negara BUMN, Sugiharto, termasuk penikmat buku itu.

Sejak terbitnya buku itu, mendadak Ary mendapatkan banyak tawaran kursus dan pelatihan ESQ dari berbagai kalangan, khususnya dari kelompok eksekutif dan perusahaan-perusahaan yang ingin merawat kualitas SDM yang profesional. Tawaran ini bisa dimaklumi karena selama ini orang yang hanya mengenal EQ-nya Daniel Goleman dan SQ-nya Ian Marshall ingin mengetahui ESQ-nya Ary.

Pelatihan ESQ ala Ary ini mendapat sambutan luas. Perusahaan-perusahaan besar mengirimkan karyawannya, tidak terkecuali BUMN seperti Perum Peruri, Garuda Indonesia, Pertamina, dan Pusri. Untuk mengikuti pelatihan selama tiga hari, setiap peserta harus membayar biaya sebesar Rp. 2,5 juta. Setelah pelatihan ESQ, mereka dapat memetik manfaat. "Kinerja karyawan kami menjadi lebih baik, target produksi tahun lalu bisa dicapai sebelum tutup tahun," kata kepala divisi Humas Pusri, Djakfar Abdullah.

Hal itu dimungkinkan terjadi, karena lewat ESQ karyawan diasah ketajamannya tentang integritas, komitmen, konsistensi, daya tahan, ketulusan, dan nilai-nilai lain. "Ini yang mengubah sikap dan berpengaruh pada kinerja perusahaan," tambah Djakfar.

Menneg BUMN Sugiharto, yang diangkat sebagai alumni pelatihan ESQ mengakui, bahwa banyaknya alumni yang mencapai 120 ribuan orang membuktikan ESQ memiliki daya magnet yang luar biasa. "Anda bisa jadi master intelektual, tapi jika spiritual kosong, bisa jadi maling seperti Al Capone karena sulit mengendalikan emosi," kata Sugiharto. Baginya, orang harus positif dalam segala segi IQ, EQ, dan SQ. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, ia menganjurkan pimpinan dan karyawan BUMN untuk mengikuti kursus ESQ.n m shoelhi

© 2011 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.

Tokoh Perubahan Republika 2005

 



Muhammad Arifin Ilham

Ikon Zikir Berjamaah


Muhammad Arifin Ilham, ustadz muda kelahiran Banjarmasin 8 Juni 1969, terkenal dengan tausiyah zikirnya. Saat ia memperkenalkan zikir berjamaah di masjidnya sekitar 1997, jumlah pesertanya hanya dua-tiga orang saja. Namun, ia tak berputus asa, terus berupaya meyakinkan para jamaah, bahwa zikir berjamaah sangat besar faedahnya.

Ia memaparkan sebuah hadis, "Sesungguhnya kelompok yang berzikir kepada Allah memperoleh empat kebahagiaan. Yaitu, turunnya ketenteraman pada mereka, rahmat akan menaungi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di dekat-Nya."

Biasanya, selama dua jam, ribuan jamaah Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Arifin hanyut dan histeris dalam ritual zikir. Dalam majelis zikir yang begitu syahdu ini para pengusaha, artis, sutradara, karyawan, dan masyarakat dari berbagai profesi ikut hadir. Di tengah kekhusyukan berzikir, hampir pasti diiringi tetesan air mata. 

Bahkan banyak yang terisak-isak. Arifin sendiri terus menyeka air matanya yang mengalir dengan dua saputangan yang dibawanya. Itulah indahnya zikir berjamaah.
Namun, menurut Arifin, tangis bukan termasuk ritual zikir. Zikir pun, katanya, tidak juga sekadar duduk dan memanjatkan puja-puji kepada Allah SWT. ''Yang terpenting dari zikir adalah, di dalam hati harus selalu ingat dan merasakan kehadiran Allah SWT,'' jelas alumnus FISIP Universitas Nasional, Jakarta ini.

Dalam setiap kesempatan zikir, Arifin selalu mengingatkan para jamaah perlunya berzikir. "Karena begitu intensnya rasulullah Muhammad SAW menjalin ikatan dengan Allah melalui berzikir sehingga Muhammad pun diangkat derajatnya oleh Allah," tuturnya di sela tausiyah zikirnya.

Keterhubungan seorang Muslim dengan Allah melalui zikir, kelak menjadi sarana bagi bersihnya jiwa. Jiwa yang bersih akan menuntun seorang Muslim dalam jalan yang diridhai-Nya. Pikiran, hati, dan gerak tubuhnya akan selalu berada pada rel yang benar. Geliat nafsu dalam diri sedikit demi sedikit terkikis. Dan akhirnya, tak terbetik pikir, gerak dan ucapan yang dilambari hawa nafsu. ''Itulah puncak hidayah. Allah akan menetapkan dalam diri seorang Muslim ingatan yang selalu tertuju kepada-Nya. Dengan demikian, setiap langkah dan helaan nafasnya hanyalah rasa ingat dan cinta kepada penciptanya,'' ujar Arifin.

Arifin membagi zikir meliputi empat hal. Pertama, zikir hati dan senantiasa mengingat Allah dalam hati. Kedua, zikir akal, yang berarti mampu menangkap bahasa Allah dalam gerak alam semesta. Ketiga, zikir lisan, yang berupa ucapan asma Allah terjemahan dari kata hati. Keempat, zikir amal yang merupakan aplikasi takwa.

Metode zikir yang diterapkannya juga dilandasi keinginan untuk mencintai Allah secara total dan rasa keprihatinannya terhadap keadaan umat Islam saat ini. Arifin prihatin melihat kenyataan umat yang sedang terpuruk, dizalimi, difitnah, dan ditindas. Anehnya, umat Islam yang mayoritas di Indonesia ternyata tak berdaya sama sekali untuk melawannya. "Saya sedih, para koruptor kakap bebas dari hukuman, sementara orang yang belum tentu bersalah sudah menerima hukuman berat," keluhnya.

Menurut dia, merenung memberikan hal positif bagi seseorang. Perenungan dan berzikir mencerahkan jiwa, sebab dalam perenungan seseorang dibawa untuk menelusuri dirinya dan apa yang telah ia lakukan. Apalagi kalau perenungan itu disertai dengan zikir, maka akan diperoleh pencerahan yang lebih baik dan keinsyafan untuk melakukan perbaikan diri.

 Arifin menyimpulkan, zikir menyucikan dan membangkitkan spiritualitas seseorang. Kebangkitan ruhani ini akan memberikan dampak pada kebangkitan jasmaninya. Diri seseorang akan dipenuhi semangat untuk mewujudkan hal yang mulia. Energi positif seperti itu, menurutnya, lahir dari orang-orang yang selalu mengingat-Nya. Itu tak mengherankan sebab Allah SWT merupakan sumber dari segala kebaikan dan keindahan.

© 2011 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved.